Kamis, 02 April 2015

TETESAN AIR MATA DIBALIK RAHASIA



Cepen by : Nurul Sholehuddin                                                                     
TETESAN AIR MATA DIBALIK RAHASIA
                Aku mulai menulis sebuah Cerpen perjalanan hidupku ini dengan menyebut Bismillah, Ya Rahman Ya Rahim, selontaran ayat ini semoga hari-hariku menjadi  hari yang begitu sempurna.
                Aku menulis untuk selalu menjadi sejarah kenangan dimasa kecilku, mengingat Khumairoh hingga apa bila suatu hari nanti tuhan menyatukan kami, aku dapat menjadikan cerpen ini sebagai rekaman cintaku yang sangat demikian besar.
                Ya,Rahman, jadikan aku nafas diantara nafasnya. Jika aku mengingatnya setiap detik bersamanya merasakn degub jantug yang menyebut namanya seperti nikmat dzikir kepada-Mu, aku sering bersamanya, dan saling bercanda tawa. Saat itu dia pernah mengatakan sebuah kalimat yang seakan terlontar kata tanpa sengaja, kalimat indah yang menjadi ikrar dari perjalanan hidupku.
                “ Mas, kalau nanti sudah semakin dewasa jadi orang yang pandai mengajikan ? kata ustadz yang paling baik adalah yang membaca al-qur’an, Khumairoh ingin Mas menjadi orang yang baik dan selalu dekat denganku sekaligus menjadi imamku (jodohku) aku sayang kamu Mas “
                Mata kecilnya menatapku seakan – akan ada butir air mata yang akan mengalir, matanya yang begitu sempurna menakjubkan hati ini namun aku tak bisa mengatakn apapun, sungguh tak ada yang dapat kukatakan meski aku juga sangat ingin selalu  dekat bersamanya dan menjadi orang yang halal pertama dan terakhir untuknya.
                Kemudian saat ingin berpisah denganya detak jantungku semakin kencang sehingga menjerit – jerit mengatakan.
“ Ya, Rahman, biarlah seumpama rasa cinta ini yang telah engkau amanahkan sebagai ujianku, sehingga dihari yang telah aku sanggup melamarnya baru engkau bukakan rahasia ini padanya, aku akan setia menunggu hari persandingan dengannya sampai kapanpun dengan ridha atas semua takdirmu”.
Beberapa selang tahun kemudian aku tak pernah melihat dirinya mungkin karena kita berpisah sekolah, setiap malam aku hanya terbayang – bayang teduhnya malam bersama segelintir senyuman dan sinar cantik matanya yang membuatku tak bisa memejamkan mata rasanya hati ini gelisah, resah hampa tanpanya. Hari – harikumenjadi sunyi mencekam bila indah suaramu tiada terngiang ditelingaku.
Matahari sudah bertengger diatap rumah segeralah aku berangkat sekolah, tiba – tiba aku dikejutkan dengan temanku yang bernama Syaifullah dengan membawa cerita yang tak begitu sempurna dan menyakitkan.
“ Hai sob, aku dan Khumairoh insya allah akan menjadi pasangan yang serasi nanti,….”
“ Ya Allah… Aisya siapa itu?” tanyaku dengan tergesa – gesa
“ Wissss kenapa kamu begitu terkejut dengan semua itu, ya itu Khumairoh tetanggamu yang kamu juga kenal denganya ” jawabnya seraya menatap mataku dengan melebar
“ oh itu” jawabku hanya mengangguk
Batinku berkata skaligus ku usap dada.
“ Ya Allah aku kira bukan Khumairoh pujaanku tapi ternya itu benar benar yang diidamiku, remukkkkkkkkk ya Allah ”
Dilanjutkan oleh dia dengan menulis sebutir surat dan aku meratapinya.
“ Dinda Khumairoh kanda berharap cinta tulus dari dinda hanya bagi kanda seorang. Kanda ingin kita menjadi sepasang suami istri nanti begitu saling tulus menyayangi, mengayomi bukan saling menghukumi, kanda begitu saaaaaangat mencintai adinda dengan tulus ikhlas mari kiita rajut suami istri ini dengan baik nanti dan mempercepat hubungan  ini, kanda akan segera lamar adinda ”
Itulah sedikit kata – kata dalam suratnya yang ditulis sahabat dekatku, aku hanya terdiam aku tak mungkin  mengatakan perasaan ini pada sahabatku, kalau aku juga sangat mencintai Khumairoh sejak dulu, biarlah perasaan ini terpendam sangat dalam meski sakit yang penting sahabatku tak ter sakiti. Maka dari itu aku tak melontarkan sekata apapun padanya.
                Sore menjelang malam, “ Ya, Rahman hari ini aku menangis kebenaran yang engkau minta dariku untuk meninggalkan permata itu. Betapa kini ada orang yang melihat cahayanya  dan betapa hancur diriku karena orang lain yaitu sahabatku sendiri, biarlah hati ini sakit kurasakan aku ikhlas demi sahabatku yang baik mungkin inilah takdirku ” inilah rintihanku pada saat itu yang tak diketahui seorangpun kecuali sang khaliq.
                Disekolah pagi ini Syaifullah menerima surat dari Khumairoh, tanganku gemetar dan hatiku berteriak seperti kerasukan jin tapi kebenaran adalah kebenaran. Betapa aku terkejut dengan semua yang dia tulis sungguh sangat aku terkejut.
“ Untuk kanda Syaifullah, terimakasih kanda telah menitipkan rasa cintanya yang demikian besar. Sungguh gembira akan hati adinda karena sungguh dari pertama terpandang akan kanda, adinda sudah merasakn bahwa hati inipun mengharap akan kanda. Tapi tidaklah salah memilih adinda hanya gadis biasa sedangkan kanda begiiiiiiiiiitu sangat sempurna, adinda siap menjadi orang yang halal bagi kanda dan adinda sangat menyangi kanda tidak ada seorangpun yang menandingi rasa sayang ini untuk kanda, adinda terserah kapan saja untuk dilamar yang penting kanda siap menjadi imam dinda “
                Aku spontan tak melanjutkan ikut membaca surat itu, dan aku langsung pulang lalu bertanya tanya pada Hatiku sendiri dengan bersujud di atas sajadah tasbihku .
“ Lalu apa arti perjuanganku dulu untuknya padahal aku selalu ada untuknya, dan semuanya aku berikan padanya,?  Apa arti dulu dia mengungkapkan  semoga Mas menjadi imamku (Jodohku)?? apa ya Rahman aku bertanya pada-Mu? Apa salahku Ya allah Ya robbi ???? ”
Ya, Rahman, jujur aku juga ingin merasakan kebahagian yang mereka rasakan. Apa bila aku masih punya kesempatan untuk merasakan cinta yang berjalin dengan kebahagiaan. Mulai saat ini kugantungkan pilihan terbaik pada dirimu Insya Allah aku terima dengan ikhlas  seperti apapun jodohku nanti.
Tak lama kemudian janur kuningpun melengkung disetiap rumah mereka masing – masing pertanda mereka akan menjalani pernikahan. Aku hanya pasrah pada sang maha kuasa menjalani takdir yang mana mestinya biarlah tuhan yang memberikan jodohku yang penting berusa dan sabar menjalani hidup yang lurus. Hidup memang tak lurus terus masih  ada yang namanya liku – liku jika ada sedih pasti ada bahagia, ku jalani hidup hari – hariku ini dengan sabar karena dibalik rahasia sedih ini pasti ada yang namanya  bahagia.
Menjelang satu Tahun kemudian dari pernikahan mereka, kuratapinya seperti anjing yang menggonggong ada rasa ketidak puasan dari mereka masing-masing, selalu ada yang namanya percekcokan. Maka pada saat itu juga kebahagianku sempurna seakan-akan surga bersamaku. kukembangkan kegiatanku mulai membaca, menulis, dan tahfidz Qur’an. Sehingga ku suksses masuk di salah satu Universitas, yaitu Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang dan mendapatkan beasiswa sepenuhnya. Amien.
Bagi pembaca cerpen ini marilah bersabar menjalani hidup, banyak  senyumlah dan  ikhlaskanlah apa yang sudah terjadi, tuhanlah yang lebih tau. Suatu saat dibalik tetesan air mata pasti ada rahasia Tuhan yang lebih membahagiakan lagi yang belum kamu ketahui, jangan menyalahkan Tuhanmu sebelum kamu meneliti kehidupanmu sendiri. Terimakasih.

Tema                     : Tetesan Air Mata Dibalik Rahasia
Alur                       : Maju, Mundur
Latar                      : Di Sekolah
Waktu                  : Siang dan Malam
Suasana               : Menyedihkan
Tokoh                   : Khumairoh, Syaifullah
Penokohan         : Khumairoh } ,baik, namun kurang bisa mengetahui perasaan,sehingga menyakitkan orang
                                : Syaifullah }, Terbuka,Jujur,Disiplin (Baik)
Amanat                : 1. Sangat terharu karena ceritanya menyakitkan demi sahabat rela tersakiti, cinta memang sulit ditebak mana yang baik dan mana yang benar.
: 2. Ungkapkanlah langsung pada seseorang yang kalian sukai meski itu belum terjawab, karena dengan itu hatimu akan membaik . janganlah simpan perasaan itu supaya tidak menyakitkan diri kita sendiri dan janganlah kalian memberi harapan pada seseorang jika kalian tidak sayang padanya.
Sudut pandang Pertama               : Aku

Tidak ada komentar: